🔹TEMAN DAN BEKALAN🔹
Semua insan di muka bumi tentu akan menjumpai perpisahan abadi dengan duniawi, sesaat setelah nyawa berhasil lolos melewati kerongkongannya. Ialah mati, sang pemutus segala nikmat, gerbang perjalanan menuju akhirat.
Sahabat, setiap perjalanan panjang pasti memerlukan kawan seperjuangan. Setiap perjalanan panjang juga membutuhkan banyak perbekalan. Lalu siapakah kawan itu, dan apa perbekalan yang kan kita bawa?
Kini, kian hari manusia kian terlihat mengkhawatirkan dunianya saja. Mempersiapkan sematang-matangnya bekal dunia yang berupa kumpulan harta, tingginya eksistensi, capaian jabatan, dan seterusnya.
Itulah manusia, kerap kali merasa cemas dengan dunianya, yang bahkan dunia tidak pernah mencemaskan mereka setitik pun. Padahal ketika manusia telah pergi, dunia tetap tegak berdiri, sebab Allah Swt lah yang kan mengaturnya sendiri.
Semisal rumah yang kita punya, dengan segera akan menjadi hak waris keluarga. Pun mobil yang kita miliki, masih tetap bersedia mengantarkan, meski hanya sampai gerbang pemakaman. Selebihnya ia akan mengantarkan keluarga serta kerabat yang nyawa mereka masih menyatu dengan badan.
Sama halnya dengan eksistensi diri. Awalnya keluarga, kerabat, sahabat, semua akan menangisi ketidakabadian kita. Kemudian memandikan, mengafani, menyolatkan, menguburkan, dan mendo'akan. Setelahnya? Mereka akan tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang hamba di muka bumi.
Pun dengan jabatan, mungkin kolega kita akan merasa sangat kehilangan rekan kerja mereka, tetapi tidaklah berlangsung lama. Sebab setiap posisi akan terisi kembali, dengan atau tanpa kita, semua berjalan seperti sedia kala.
Seperti itulah dunia akan tetap berjalan tanpa kita cemaskan, yang dengan sertamerta akhirat telah menanti kesampaian kita pada akhir perjalanan.
Setiap perjalanan panjang pasti memerlukan teman serta perbekalan, dan hanya orang-orang cerdaslah yang mempersiapkan dengan kesungguhan.
Sekarang tunggu apalagi.
Yuk, persiapkan?
"Apabila seorang manusia mati, putuslah amalan mereka (saat itu). Kecuali TIGA perkara, yakni sedekah JARIAH, ilmu yang memberi MANFAAT kepada orang lain, serta anak soleh(ah) yang berDO'A untuknya".
(HR. Imam Ahmad)
Wallahu a'lam
#InspirasiHariIni
THE REAL YOUNG MUSLIM
IG & Twitter : @RealYoungMuslim
#AyoMentoring






Portal STIE
ROHIS AL-AMIN
0 komentar:
Posting Komentar
"berkatalah yang baik atau hendaklah diam"
-Admin QSO