KESERUAN DALAM MENTORING
oleh : Ria Aprilia Daniati
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
 |
| gambar hanya ilustrasi |
Mungkin menurut sebagian orang belum terlalu mengenal apa yang dinamakan mentoring dan apa saja kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan tersebut. Mentoring secara bahasa, berasal dari bahasa Inggris yaitu mentor yang artinya penasehat. Mentor adalah seseorang yang penuh kebijaksanaan, pandai mengajar, mendidik, membimbing, membina, melatih dan menangani orang, maka perkataan pementor hingga kini digunakan dalam konteks pendidikan, bimbingan, pembinaan dan latihan. Salah satu mentoring yang saya jalani adalah mentoring yang mengajarkan tentang agama Islam. Mentoring Agama Islam adalah kegiatan pendidikan dan pembinaan agama Islam dalam bentuk pengajian kelompok kecil yang diselenggarakan rutin tiap pecan dan berkelanjutan. Tiap kelompok pengajian terdiri atas 3-10 orang, dengan dibimbing oleh seorang Pembina. Kegiatannya sering disebut juga dengan Dakwah Sistem Langsung (DSL). Kegiatan ini bisa juga dijelaskan sebagai pembinaan agama melalui pendekatan kelompok sebaya. Nah disana, banyak
keseruan yang kami alami, karena mentoring agama Islam ini tidak hanya mengajarkan tentang pengajian, sholat dan ibadah lainnya. Banyak sekali keseruan yang dapat kita ambil dari mentoring agama Islam ini. Salah satunya yang saya dapat adalah begaimana berbicara di depan banyak orang dengan cara presentasi. Nah, saya dapat pengalaman.
Dimana kemarin saya mendapat giliran presentasi secara mendadak. Iya, secara mendadak! Kebayang dong bagaimana bingungnya untuk menyampaikan materi. Sedangkan saya belum terlalu berani untuk menyampaikan atau berbicara didepan orang ramai bagaimana coba? Bukannya tidak gugup sekali rasanya. Akhirnya dengan keberanian yang telah terkumpul entah itu sudah benar-benar menguasai atau tidak sudah tak saya hiraukan lagi. Yang penting saya maju dan memberanikan diri untuk menyampaikan materi presentasi ini. Sejujurnya presentasi kali ini tidak sangat memuaskan untuk saya, mungkin juga untuk para pendengarnya. Selain saya tidak menguasai bahan yang diberikan, disaat saya diberi pertanyaan oleh pendengar saya tidak dapat menjawab dengan benar dan tepat. Tetapi dari situ saya belajar, kalau saya harus berani berdiri didepan banyak orang karena memang sudah tugasnya. Saat itu, saya tidak benar-benar memahami bahkan menguasai bahan presentasi yang akan disampaikan. Bahkan saya kadang ditertawakan karena tidak terlalu jelas
dalam menyampaikan materi, ibarat seperti orang kumur-kumur dan banyak bercandanya agar pendengar tidak terlalu tegang lama mendengarkan materi dari saya. Dan juga tidak terlalu terpaku dalam materi yang saya sampaikan. Mentoring itu sangat berguna bagi kami semua. Selain kami disini dapat belajar untuk berbicara di depan umum, disini kami juga bisa mendapatkan sahabat-sahabat baru. Dimana awalnya kami tak saling mengenal, karena adanya mentoring ini kami dapat saling mengenal satu sama lain. Tertawa, bercanda bersama-sama. Bahkan terus dapat mempererat silahturahim antara muslim. Awalnya memang sangat malas mengikuti kegiatan ini. Setelah kami menjalaninya akhirnya kami tau kegunaan juga manfaat yang dapat kami ambil. Lagi pula, tidak terlalu sering juga mentoring diadakan, paling tidak seminggu sekali kami mengadakan mentoring. dan waktunya juga tidak lama, paling hanya 2 jam saja.
Selama 2 jam itu kita tidak hanya duduk mendengarkan saja. Tentunya banyak manfaat yang dapat kita tau dan dapat kita gali dari setiap materi-materi yang disampaikan. Materinya juga tak selalu terpaut soal agama saja, terkadang yang menyangkut dengan kegiatan remaja sehari-hari. Karena yang mengikuti mentoring ini kebanyakan juga anak muda, bukan hanya orang dewasa saja. Mentoring ini juga semakin seru karena setiap akhir bulannya kami mengadakan mentoring gabungan. Paling tidak diadakan pagi hari dikampus atau mungkin agar tidak terlalu bosan dapat mengganti suasana yaitu dilaksanakan dimesjid. Nah dari situ, semakin banyaklah kami mendapat teman baru karena jadwal mentoring yang berbeda-beda dengan dengan para peserta mentoring lainnya dapat bergabung didalam satu hari itu. Kebayangkan bagaimana banyaknya persahabatan dan silahturahim yang terjalin. Oh iya, para pembimbing mentoringnya juga seru-seru. Tidak terlalu monoton jika menyampaikan materi-materi mentoring yang ada. Selain mereka juga bisa diajak tukar pikiran, mereka sangat menyatu dengan jiwa anak muda dan asik sekali jika diajak curhat. Ya, namanya juga anak muda, kalau tidak pernah curhat itu sangat mustahil sekali. Contohnya saja kakak-kakak mentoring yang mengajari kami dikampus ini sangat baik orangnya. Walaupun mereka berbeda tempat kuliah tapi mereka sangat bisa menyatu dengan kami yang ada dikampus ini. Mungkin sesingkat ini saja yang dapat saya ceritakan tentang kegiatan mentoring kami dikampus STIE Pembangunan tercinta ini. Kesan dan pesan saya, semoga kegiatan mentoring ini dapat terus terlaksana dari generasi kegenerasi lainnya. Yang juga dapat menciptakan muslim dan muslimah yang lebih baik kedepannya. Dan buat kakak-kakak pembimbing mentoring, kami sebagai anggota mentoring mengucapkan banyak terima kasih karena sudah mau memberikan ilmu dan pengetahuan tentang memperdalam agama Islam. Sekian sampai jumpa dicerita lainnya. Wabillahitaufiq walhidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
0 komentar:
Posting Komentar
"berkatalah yang baik atau hendaklah diam"
-Admin QSO