QSO

Rabu, 01 April 2015

Process



PROCESS

Oleh : Eiga Meilyana Astika

Pertama masuk kampus aku mah bingung ketika ada kegiatan mentoring “Ngapain ya ada mentoring? Kok udah kuliah masih ada aja kegiatan mentoring? Kayak anak SMA aja? Emang kami masih keliatan seperti anak SMA?” itu yang ada dalam pikiranku saat itu. “alaaah gak usah datang juga gak apa, kalau nitip absen aja gimana?” itu juga pernah terbenak di pikiranku, yaa emang awalnya aku menceloteh terus, ngapalah ada mentoring, males blablabla.

Waktu itu aku ambil jadwal mentoring ikut teman yang sama dari SMA ku dulu yaitu hari jum’at, ya tujuannya itu kalau mereka gak datang, aku ikut-ikutan deh gak datang juga. Terus biar di dalam mentoring ada kawan ngobrol juga sih. Aku berpikir sebelum masuknya mentoring pasti rame yang datang karena ku kira duduknya seperti kuliah gitu, belajar! Eh ternyata duduknya melingkar, “hellow? Kenapa melingkar? Emangnya masak-masak gitu?” agak bingung.

Hari jum’at itu hari pertama kami mulai mentoring di kampus. Aku datang telat berdua sepupuku sebut saja ia “Bunga” hahaha yaa, biasalaah kami emang suka ngaret. Ketika masuk, anak-anak dikelas udah pada baca Al Qur-an. “Haa, baca Al Qur’an” aku kaget! Eh gak bawa Al Qur’an, dalam hati langsung berkata “Gimana ya dengan bacaan Qur’an ku? Terbata-bata atau enggak? Duuuh secara aku sudah jarang membaca Al Qur’an”. Yaaa untungnya sih hari pertama itu kami telat masuk jadi gak baca Al Qur’an deh. Yah bersyukur sih. Hari itu kami langsung memulai mentoring kami yang pertama. Yaaaa ceramah-ceramah gitu. Aku sempat bosan. Apa sih yang dibahas? Ngantuk! Emang beneran ngantuk mungkin saat itu banyak setan disamping aku yang menggoda hahaha. Aku dengar aja apa yang kakak itu bilang tapi lama kelamaan aku menyimak apa yang dia bilang. Duh aku sempat lupa judul mentoring pertama itu apa? Kalau gak salah sih tentang dosa-pahala kali yaa. Duuuh lupa, hahaha. Ya mulai hari itulah aku bertanya tentang “Jika hari ini kita melakukan pahala terus besoknya kita melakukan dosa, apakah pahala yang telah kita kerjakan akan terhapus karena kita telah melakukan dosa?” yaa saat itu yang ingin aku tanyain ya itu. Aku sering juga melakukan apa yang aku tanyakan, kirain ku jawabannya pahala kita akan terhapus, ternyata tidak. Kakak itu menjelaskan bahwa dosa dan pahala itu beda, jika kita melakukan kebaikan pada hari ini, maka pahalalah yang kita dapati tapi jika besoknya kita melakukan keburukan, maka dosalah yang kita dapat, jadi pahala yang kita buat kemarin gak dihapus. Karena pahala masuk dalam timbangan amal kebaikan dan keburukan itu timbangannya dibedakan. Jika kita sudah di hisab amal buruk dan amal baik, jika amal baik kita paling berat maka beruntunglah kita masuk surga tapi jika amal buruknya yang paling berat maka kita termasuk orang-orang yang rugi. Masih banyak lagi yang kami bahas selama mentoring.

Aku mulai suka sama tentang ceramah-ceramah yang disampaikan ketika mentoring berlangsung, mulai suka menyimak apa yag sedang dibahas ditambah lagi dengan mata kuliah agama menarik sih menurut aku karena gimana ya, cara penyampaian pembahasan temanya itu membuat aku tertarik akan mendalami Islam. Mungkin bisa dikatakan aku ini orangnya emang gak terlalu kuat agamanya, masih suka melanggar hal-hal yang dilarang Allah SWT. Aku mulai searching tentang dosa yang ditanggung bila mendekati larangan-larangan Allah SWT. Ada satu hal yang sangat terkesan buat aku ingin merubah diri bukan ingin berubah menjadi power ranger ya (hahaha garing), yaitu menutup aurat itu yang buat aku yang ingin lebih mendalaminya. Dulu iya emang aku orang yang tidak terlalu perduli tentang agama. Mungkin udah banyak dosa yang udah aku buat seperti sengaja meninggalkan sholat, jarang baca Al Qur’an, jarang mengingat Allah, membuka aurat dan satu lagi pacaran. Aku tau pacaran itu bisa mendekatkan kita dengan zina tapi gimana? Sulit buat anak muda sekarang menghindar dari yang namanya pacaran. Tapi sekarang aku sudah putus sama dia. Aku sempat down, seperti orang strees karena kehilangan dia. Pernah ku berfikir gimana perjalananan hari-hari ku tanpa dirinya? Emang agak keliatan lebay tapi itu kenyataanya. Biasanya sayang sekali sama dia, tapi untungnya dikampus ini aku mengikuti mentoring dan itu mengingatkan aku sama Allah. Aku baru ingat bahwa aku punya Allah yang selalu berada di dekatku. Pernah aku membahas tentang jodoh di dalam mentoring itu. Kata-kata yang paling aku suka dari kakak mentoring itu adalah “kalau jodoh gak bakalan kemana. Jika menurut kita dia itu yang terbaik, belum tentu menurut Allah. Jika Allah mengambil dia darimu maka akan ada yang lebih baik lagi dari dia, jika kita berdoa sama Allah, berdoalah untuk diberikan yang terbaik”. Bicara soal jodoh emang gak ada habisnya. Aku mulai mengikhlaskan apa yang telah aku miliki dulu, emang menyakitkan, sulit! Jujur sampai sekarang aku masih punya rasa sayang tapi insya Allah perlahan akan aku lupakan. Emang untuk berubah kejalan yang lebih baik itu sulit, butuh proses! Gak gampang seperti yang dibilang orang-orang. Inginku tidak mau pacaran lagi, emang itu membuat kerugian pada diriku sendiri, mendekati zina lagi, tapi sudah kubilang sulit! Bukan hal itu aja yang ingin aku rubah, tapi akhlak aku ingin memperbaiki akhlak ku. Oh iya, dengan adanya mentoring ini, kami setiap pertemuan selalu membaca Al-Qur’an. Itu juga yang mendorong aku buat selalu baca Al Qur’an saat dirumah. Aku ingin cepat khatam, gak tau kenapa pingin aja. Mau menjalani hidup tanpa sia-sia. Maksudnya mau menjalani hidup dengan memperbanyak amal ibadah yang baik agar terhindar dari siksaan-Nya. Aku juga banyak dapat ilmu dari pembahasan dalam mentoring, dalam mata kuliah agama Islam juga, tapi ini semua butuh proses. Insya Allah sedikit demi sedikit aku mulai merubahnya.

Oh ya, aku juga sudah mulai rajin sholat, mau mulai coba bangun malam sholat tahajjud tapi susah banget hahaha. Tapi yang belum sepenuhnya aku jalani ya itu, menutup aurat memakai jilbab susah banget. Kadang pakai, kadang enggak. Mau netap pakai tapi gak tau kapan, tapi secepatnya akan memakai jilbab permanen, insya Allah. Jadi menurutku karena adanya kegiatan mentoring ini bisa buat perubahan dalam hidupku. Aku lebih tau bahwa hidup ini sangat baik bila selalu melakukan hal-hal yang baik. Toh tidak ada gunanya juga melakukan hal-hal buruk dan itu akan merugikan kita terus dapat dosa lagi dan Allah juga tidak menyukai hal itu. Lebih memperdalam ilmu agama Islam membuat aku tahu bahwa akhirat itu juga penting karena bisa dibilang selama ini aku lebih mementingkan kehidupan duniawi dibandingkan akhirat. Ini juga memotivasi aku supaya jangan berlarut-larut dalam kesedihan karena putus cinta. Mungkin memang Allah tau yang terbaik buat aku makanya Allah memisahkan aku dengan dia. Aku selalu mengambil hal positif aja sekarang, lebih bayak mengingat Allah. Sekarang aku memilih untuk berubah yang lebih baik dengan menginat Allah. Sekarang aku memilih untuk berubah yang lebih baik dari pada sebelumnya. Semoga kegiatan mentoring dikampus ini terus berjalan karena dengan adanya mentoring ini bisa merubah kita kejalan yang lebih baik lagi, bisa juga memotivasi kita dan ingat! Allah always with us.

0 komentar:

Posting Komentar

"berkatalah yang baik atau hendaklah diam"

-Admin QSO